Mengenal Cinta Sejati Lewat Ta’aaruf

Bagaiamana aku bisa mengenalnya jika tidak pacaran?
Bagaimana aku bisa mencintainya jika tidak ada pacaran sebelumnya?

Mungkin itulah pertanyaan-pertanyaan bagi kamu yang tak memahami konsep ta’aruf. Kamu merasa tidak akan bisa mengenalnya, tidak akan bisa mencintainya jika tanpa dengan pacaran dulu.
Tapi ingat, apakah dengan pacaran kamu bisa mengenalnya, bisa memastikan ia adalah cinta sejatimu yang pasti menjadi milikmu. Tidak kan!

Bahkan banyak yang berpacaran bertahun-tahun pun akhirnya tidak jadi menikah. Mengenal mana yang cinta sejati itu tak bisa dengan pacaran. Mengenal mana yang baik untuk dirimu itu tak bisa dengan hubungan maksiat, yang melebih utamakan kepura-puraan. Benarkan. Dalam hubungan pacaran umumnya setiap pasangan akan menampilkan yang terbaik dari dirinya. Tak ada yang bisa kamu dalami dari karakternya hanya dengan kencan beberapa jam. Aktivitas traktiran berbualan apa yang kamu bisa kenali dari dirinya. Bahakan sebelum kencan kamu kamu sudah menyiapi kata-kata manis, senyuman manis, pakaian terbaik untuk jalan bersama dia. Tentu hanya baiknya yang kamu dapatkan, benarkan.

Sedangkan untuk berumah tangga, tidak hanya diisi dengan aktivitas traktir-traktiran, jalan-jalan malam, dan gombal-gombalan. Di kehiudpan rumah tangga bahkan siang malam kamu akan mendampinginya. Kamu akan mendapati sisi buruk dari dirinya.

Maka mengenal itu lewat ta’aruf bukan pacaran. Kamu harus tahu tentang visi hidupnya dan visinya dalam membangun keluarga. Dengan ta’aaruf kamu tanya itu semua, sumber penghasilannya, kondisi keluarganya, dan yang utama adalah ibadahnya. Selama ta’aruf kamu harus bertanya dengan detail dan harus dijawab dengan jujur. Kamu juga bisa menyakan orang-orang dekatnya bagaimana kesehariannya.

Lalu mengenai cinta, apakah kamu bisa mencintainya. InsyaAllah bisa jika niat kamu untuk benar-benar menikah dan karena ibadah, InsyaAllah kamu akan memerasakan cinta. Karena cinta tak perlu dengan berduaan dengannya, tapi cinta sejati itu melalui proses dan memahami. Dalam pernikahanlah kamu bisa membangunnya.

Jangan pernah jadikan pacaran untuk mengenal, apalagi untuk menikah. Pacaran ialah kemaksiatan dan bisa jadi keptusan kamu menikah dengannya karena cinta dalam pacaran ialah diorong oleh emosi dan nafsu belaka. Dan takutnya nanti menjadi celaka bagi rumah tanggamu.

Kenal lah calon pendampingmu lewat ta’aaruf, bangun cintanya dalam pernikahan. Jika sudah dilewati dengan cara yang Allah ridhai, InsyaAllah pernikahanmu akan berkah. Aamiin..

 

Sumber Foto : IG @inspirasipengantinmuslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *