Cerdas Dalam Mengelola Rasa dan Masa Depan

Berbicara tentang rasa, terutamanya yang kita bahas saat ini ialah rasa cinta, rasa yang merupakan anugerah dari Allah, yang tak bisa kita hindari. Rasa cinta itu akan datang begitu saja, dan tentu pasti kita tidak akan bisa menolak rasa tersebut. Menerima, mensyukuri itulah kewajiban kita.

Cinta itu ialah sesuatu yang baik, sesuatu yang akan didasarkan dengan kasih sayang. Berbicara cinta tentu kita akan membahas tentang penjagaan, melindungi, menyayangi, karena itu adalah hakikat sejatinya cinta itu. Tapi tidak sampai disitu, soal cinta juga berkaitan dengan masa depan kita, untuk kebaikan masa depan kita. Dengan itu kita harus cerdas dalam mengelola rasa kita ini.

Mengelola rasa cinta itu memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit, hanya butuh komitmen dan ketaatan dari kita atas syari’at-syari’at yang sudah Allah tetapkan.

Allah berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (QS. Al-Isro[17] : 32)

Di ayat ini Allah menegaskan kita untuk jangan mendekati zina, apalagi melakukannya. Nah kembali ke pembahasan kita tentang cinta, cinta itu menjaga, melindungi dan menyayangi. Dengan itu kita yang telah jatuh cinta kita tentu harus menjaga cinta kita, kita tentu harus menjaga cinta dan diri kita dari kemaksiatan. Pacaran. Itulah aktivitas dari salahnya dalam mengelola cinta yang aktivitasnya selalu mendekati zina, dan bahkan pacaran ialah jalan mudah untuk melakukan zina.

Apakah cinta namanya ketika kita membawanya kedalam kemaksiatan, berpegangan, saling mengumbar sayang dengan dia yang belum halal untuk kita ? Apakah cinta namanya jika kita melanggengkan rasa itu dalam dosa ?

Cinta itu menjaga. Dan pacaran itu berarti kita tidak menjaga cinta kita, dengan pacaran justru kita menghancurkan cinta kita, bahkan masa depan kita. Dengan pacaran justru kita merusak diri kita sendiri dan diri dia yang menjadi pasangan pacaran kita.

Cinta itu melindungi. Melindunginya ialah dengan menjaga kehormatannya dengan tidak mengajak dia yang kita cinta dengan pacaran. Jika kita cinta jangan ajak dia yang kita cinta kepada dosa. Cinta itu tak harus dengan mengumbarnya, cinta tak harus untuk bersama.

Kesalahan kita selama ini pada umumnya ialah menjadikan pacaran sebagai jalan keluar untuk memaknai cinta, tanpa melihat dampak buruknya. Ketahuilah rasa sayang dalam pacaran itu bukan ketulusan, tapi hanya kenikmatan dalam kemaksiatan. Cinta dalam itu bukan untuk masa depan, tapi hanya sebatas pemuas nafsu sesaat di masa kini. Sayangnya masih banyak kita yang tidak sadar.

Kenapa cinta dalam pacaran itu tidak tulus ? Karena cinta butuh komitmen, rasa sayang ada tanggung jawabnya. Keseriusan dan komitmen cinta itu ialah untuk jangka panjang, untuk mewujudkannya ialah dengan pernikahan. Jika belum siap, jaga kehormatanmu, jaga kemulian, dekatkan diri kepada Allah. Jangan kotori cintamu dengan keegoisan nafsu. Mungkin pacaran itu bagimu terasa nyaman, tetapi ingat bahwa pacaran itu tidak aman. Kalau cinta, cukup dengan nikahi, atau sudahi.

Renungkanlah sebelum terlambat, memutuskan cinta itu memang berat, tetapi akan lebih berat lagi jika tidak diputuskan. Karena pacaran itu butuh pengorbanan, dan akan berakhir dengan adanya korban. Lebih baik kamu akhiri sebelum kamu menjadi korbannya.

Kalau kamu pacaran dengan alasan menemukan pendamping hidup, itu jelas-jelas salah. Karena jodoh itu tetap akan menjadi rahasia Allah, sebelum akad berikrar. Pacaran juga bukan ikhtiar dalam menemukan jodoh. Karean Allah memerintahkan kepada kita, ikhtiar yang benar itu dalam menemukan jodoh ialah dengan ta’aruf, bukan pacaran.

 

 

Sumber Foto: IG @muslimahindonesiaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *