Kisah Ummu Sulaim dan Abu Thalhah (Mahar Paling Mulia Dalam Kisah Pernikahan)

Anas bin Malik dan ibunya menjadi buah bibir banyak orang. Mereka membicarakan keduanya karena kagum. Abu Thalhah mendengar berita itu hingga tumbuh rasa cinta dan kagum dalam hatinya. Ia memberanikan dirinya untuk menikahi ummu sulaim dan menawarkan mahar yang menarik padanya. Namun jawaban dari ummu sulaim berbeda, ummu sulaim menolak mahar tersebut sambil berkata :

Tidak patut bagiku menikahi lelaki musyrik. Apa kau tidak tahu wahai Abu Thalhah bahwa sembahan-sembahan kalian itu hasil pahatan keluarga si fulan. Andai kalian mau membakarnya, pasti hangus terbakar.”

Mendengar jawaban itu ia tercengang, sebuah jawaban yang tak terduga bagi Abu Thalhah. Ia terpaksa pulang dengan rasa sedih yang mendalam. Namun Abu Thalahh masih mau berusaha. Pada hari berikutnya ia kembali datang dengan menawarkan mahar yang lebih menarik, dengan harapan Ummu Sulaim mau menerimanya.

Tapi perlu diketahui bahwa Ummu Sulaim adalah sosok da’i wanita yang cerdas. Ia merasa benteng islam yang ada dalam hatinya jauh lebih kokoh, dibandingkan dengan harta benda yang hanya sebatas duniawi yang ditawarkan oleh Abu Thalhah. Maka dengan penuh sopan, Ummu Sulaim berkata “Demi Allah, lelaki sepertimu tak patut ditolak siapaun. Tapi kau ini lelaki kafir sementara saya wanita muslimah. Aku tidak boleh menikah denganmu.”

Itu bukan permasalahanmu,” sahut Abu Thalhah. “Memangnya apa permasalahanku?” tanya Ummu Sulaim. “Emas dan perak” jawab Abu Thalhah.

Aku tidak menginginkan emas ataupun perak. Yang aku inginkan darimu hanyalah kamu masuk Islam” sahut Ummu Sulaim. “Siapa yang bisa membantuku masuk Islam?” tanya Abu Thalhah. “Rasulullah” jawab Ummu Sulaim.

Abu Thalhah akhirnya menemui Rasulullah yang saat itu tengah duduk bersama para sahabat. Melihat dari kejauhan, Nabi bersabda : “Abu Thalhah akan datang pada kalian dengan membawa cahaya Islam diantara kedua matanya.” Akhirnya Rasulullah menikahkan Ummu Sulaim dan Abu Thalhah dengan mahar yang paling mulia, yaitu keislaman Abu Thalhah.

 

 

Sumber : Buku Biografi 35 Shahabiyah Nabi (Syaikh mahmud Al-Mishri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *