Ketika Cinta Datang Menyapa

Sungguh aneh tapi nyata

tak kan terlupa

kisah kasih di sekolah

dengan si dia

Tiada masa paling indah

masa-masa disekolah

tiada kisah paling indah

kisah kasih di sekolah

 

Pertanyaan sederhana kami adalah kapan pertama kali disapa oleh cinta?, hehe. Apakah semasa SD, SMP, SMA, Kuliah atau mungkin kapanpun itu, kami yakin kita semua termasuk yang kami menulis ini pernah merasakan apa itu namanya “cinta”, istilah bekennya adalah “jatuh cinta”. Mungkin kita merasakan hal ini pertama kali disemasa sekolah dulu tepatnya di usia 12 -15 tahun masa-masa pubertas seorang remaja.

Cinta datang bagaikan tamu yang tak diundang, rasanya aneh-aneh mungkin ada yang ngerasa indah hati berbunga-bunga namun tak sedikit juga yang ngerasa gundah gulana sambil bertanya “Apakah ini namanya cinta?”, entah kenapa penyebabnya tiba-tiba kita merasa kagum pada seseorang yang bukan siapa-siapa kita, entah kenapa tiba-tiba kita merasa kebayang dan kepiran seseorang lagi-lagi akan selalu bertanya “Apakah ini namanya cinta?”. Mengganggu konsentrasi belajar, membuat orang jadi senyum-senyum sendiri bahkan malah merasa pusing, muak kenapa rasa itu datang, ingin rasanya rasa itu pergi jauh-jauh dari dalam diri.

Ya, begitulah kurang lebih rasanya jika cinta datang menyapa, “nano-nano”. Sejatinya cinta adalah anugrah, ia adalah hadiah teristimewa dari sang pencipta pada setiap hambanya sebagai bukti pertanda yang memberi tau kalau hambanya sudah beranjak dewasa. Cinta walau ia adalah bagian terpenting dalam kehidupan kita apalagi cinta yang berhubungan dengan lawan jenis namun jarang dibahas didunia pendidikan kita, dari Sekolah dasar, menengah pertama, bahkan hingga kuliah sekalipun kita hampir tak pernah mendapat pelajaran khusus tentang cinta.

Jadinya apa?, kita belajar cinta secara otodidak, belajar dari teman, dari kakak kelas, dari musik, dari tontonan dan sejenisnya. Sehingga kita mengambil satu kesimpulan jikalau “Cinta datang menyapa” maka solusinya adalah pacaran. Mereka beranggapan pacaran adalah sebuah bentuk menyampaikan rasa cinta pada lawan jenis, tentunya juga diikuti oleh ritual-ritual gaya pacaran masa kini, saling ketemu, jalan bareng, gandengan pegangan, pelukan, punya panggilan spesial, saling memberi hadiah apakah itu kado, coklat ,bunga, es krim dan sejenisnya. Katanya bukti sayang, bukti peduli.

Lalu, pertanyaanya apakah mereka bahagia dengan hal ini?, ternyata mayoritas orang yang pacaran tidak merasakan kebahagiaan dari aktivitas pacaran yang ada hanya kemudharatan mulai dari stress pikiran, capek hati, hingga penyesalan-penyesalan yang tak berguna lagi jika pacarannya kelewatan hingga “begituan”.

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Allah mengingatkan kita semua dalam surah Al-israa ayat 22 agar jangan mendekati zina, nah pacaran adalah gerbang dari zina, sekecil-kecilnya zina orang pacaran adalah zina hati, zina mata, zina tangan dan seterusnya.

Jadi jikalau “Ketika Datang Menyapa” bagaimana?, jikalau kamu sudah siap menikah maka segerakan menikah, namun jika belum siap menikah apakah karena belum cukup umur, masih sekolah maka satu-satunya solusi adalah hindari pacaran, sibukkan diri dengan aktivitas positive, tingkatkan ibadah, perbanyak dan perseringlah berpuasa. Jaga diri dan jagalah selalu hatimu, In syaa Allah, Allah akan datangkan masa yang indah dimana kamu bisa merasakan cinta dalam ketaatan dan ketakwaan kepadaNYA.

Semoga dengan tulisan ini, kita bisa lebih memahami apa yang mesti dilakukan ketika “Cinta Datang Menyapa”, kami yakin kamu pasti tau kalau tulisan ini sangat bermanfaat untuk sahabat-sahabatmu yang masih sendiri dan juga untuk adik-adik kita yang lagi merasakan masa-masa pertama jatuh cinta, dan kami yakin tentu kamu akan ikut serta turut menyebarkan tulisan ini. Kami hanya bisa mendoakan semoga Allah jadikan sebagai amal kebaikan, dan doa spesial juga untuk kamu :

“Ya Allah berikanlah kemudahan untuk mendapatkan jodoh yang shaleh / ha, taat agamanya, bagus akhlaknya, lemah lembut tutur katanya, cocok dihati rupanya kepada sahabat, saudara, adik-adik kami yang membaca tulisan ini”

Aamiin ya Allah, Aamiin Ya Rabbal A’alamin

 

Sumber foto : http://log.viva.co.id/news/read/659272-nikmatnya-es-krim-tradisional

Seorang papa yang sayang anak, suami yang cinta istri. Peduli pada generasi muda Indonesia bahkan dunia. Berjuang dan berkarya melalui tulisan dan lisannya. Kerjasama dan bedah buku SMS/WA 089673653930

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *