Anak Seperti Apakah Diriku?

“Barang siapa yang membuat ibu dan bapaknya gembira (memberi keridhoan), maka sesungguhnya ia mendapat ridha Allah s.w.t”.  (Hadis Riwayat Bukhari)

 

 

 

Pertanyaan sederhana untuk saya, untuk kamu dan untuk kita semua adalah,

 

sudahkah kita membuat ridha ibu bapak kita?, sudahkah kita membuat bahagia mereka?

sudah kita melakukan apa yang diinginkannya? ,

sudahkah kita membuat dia merasa selalu bangga memiliki kita sebagai anaknya?,

sudahkah kita menjadi anak yang shaleh/ha yang selalu mendoakannya?,

sudah kita kita menjadi cahaya penerang dihatinya, yang bisa membahagiakan dikala dirinya sedih dan menjadi teman setia mendengar cerita, canda dan tawanya?

 

Atau malah sebaliknya….

Kita masih belum bisa membahagiakannya..

Prilaku kita sering membuat dia kecewa…

Bahkan sering kita membuat orang tua malu memiliki anak seperti kita..

Tingkah kita selalu membuat hatinya bersedih…

 

Waktu ini berputar begitu cepat wahai saudaraku, baru kemaren rasanya kita menjadi bayi kecil mungil yang selalu menangis, jangankan berdiri, duduk saja kita kewalahan, baru kemaren rasanya orang tua kita dengan sabar membersamai kita siang-malam, pagi-petang dirawat dengan penuh cinta dan kesabaran oleh orang tua kita. Ibu selalu dengan setia menemani kita dirumah, sementara ayah keluar mencari nafkah yang halal untuk kita. Waktu berlalu usia kita beranjak kanak-kanak, orang tuapun menyekolahkan kita, mengantar kita ke sekolah, menemani belajar, merasa bangga dan senang sekali rasanya jika kita sudah bisa membaca, menulis dan seterusnya. Begitu juga dengan sang ayah, yang tak pernah lelah untuk mencari nafkah yang halal bagi kita sekeluarga, banting tulang, pergi pagi pulang petang demi sesuap nasi dan juga demi masa depan kita.

 

Waktu ini berputar begitu cepat wahai saudariku, saat ini jika kamu membaca tulisan ini, mungkin kamu sudah tumbuh remaja, sudah tumbuh dewasa, mungkin juga sudah ada yang berkeluarga. Tak terasa juga orang tua kita sudah beranjak tua, kalau dulu kita yang butuh mereka, hari ini tentu mereka yang butuh uluran tangan kasih sayang kita. Mungkin mereka tak pernah berkata jujur kalau mereka butuh kita, mungkin mereka memperlihatkan kalau masih kuat dan bisa tanpa kita, tapi yakinlah ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk berbakti padanya. bukan untuk balas budi, bukan untuk membayar kelelahannya dahulu saat merawat kita, bukan juga untuk membayar jasa-jasa kebaikannya. Karena yakinlah wahai saudaraku, ibu kita, ayah kita IKHLAS memberikannnya pada kita, mereka tulus dari hati sebagai bukti cinta, kasih, sayang dan ia tau kalau kita adalah amanah dari Allah Rabb sekalian alam.

 

Waktu ini berputar begitu cepat wahai sahabatku, Maka manfaatkanlah waktu yang ada, kesempatan yang ada untuk minta maaf padanya, atas dosa-dosa kesalahan dan kekhilafanmu wahai sahabatku. Ingatlah berkata “Ah” saja dilarang pada orang tua kita, tapi bagi kita sudah berapa kali kita mengucapkan kata “ah” tersebut padanya atau mungkin kata yang lebih parah lagi dari itu, sudah berapa kali kita membantah ucapannya, sudah berapa kali kita tak mau mendengarkan kata-katanya, sudah berapa kali kita merasa lebih hebat darinya, wahai saudara sudah berapa banyak kita membuat ibu kita menangis dalam diam?, coba tanya diri kita, jika jawabannya banyak maka segeralah meminta maaf.

 

Waktu ini berputar begitu cepat wahai saudaraku, maka manfaatkanlah waktu ini untuk berbakti padanya, manfaatkanlah waktu ini untuk mengabdi padanya, mari selalu bahagiakan ibu kita, sabarlah mendengar kata-katanya, nikmatilah omelan dan ocehannya, patuh dan taatlah padanya selama itu tidak mengajakmu untuk melanggar perintah Allah SWT.

 

Waktu ini berputar begitu cepat wahai saudaraku, tak terasa suatu hari nanti, atau mungkin sudah hari ini, kita juga akan menjadi orang tua, kita juga akan menjadi ibu dan bapak bagi anak-anak kita, kita juga akan menghadapi bagaimana anak-anak kita dimasa kecilnya, dan nanti juga kita akan merasakan bagaimana rasanya dikecewakan oleh anak-anak kita. nanti kita juga akan merasakan dan menikmati bagaimana rasanya disakiti oleh anak-anak kita. Untuk itulah wahai saudaraku, wahai saudariku dan sahabatku semua. Cintailah ibu kita, hormatilah bapak kita,bahagiakan mereka, berbaktilah pada mereka. Semoga itu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita nantinya. Dan semoga Allah juga mengaruniakan anak-anak yang shaleh/ha dan berbakti pada orang tua bagi kita. Aamiin Ya Rabb..

Seorang papa yang sayang anak, suami yang cinta istri. Peduli pada generasi muda Indonesia bahkan dunia. Berjuang dan berkarya melalui tulisan dan lisannya. Kerjasama dan bedah buku SMS/WA 089673653930

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *